SEJARAH DAN ASAL USUL TAHUN BARU

Evoria menyambut tahun baru masih ada mulai dari kota besar dan sampai ke desa desa kecil ada penyambutan tahun baru walaupun mereka patungan untuk menyambutnya, lain di kota kota besar pemerintah kota bahkan menggelontorkadana hanya untuk ikut ikutan menyambut tahun baru. tapi tahukah kita bahwa tahun baru tak ada hubungannya dengan umat kristiani, perayaan tahun baru justru sudah ada sejak zaman Julius caesar. yaitu agam kuno orang Romawi, bahkan umat kristen pernah melarang perayaan tahun baru ini.

Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir 


Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru. Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana.


“The Roman ruler Julius Caesar established January 1 as New Year’s Day in 46 BC. The Romans dedicated this day to Janus , the god of gates, doors, and beginnings. The month of January was named after Janus, who had two faces – one looking forward and the other looking backward.”

kira-kira terjemahan nya begini

“Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi 
menghadap ke (masa) lalu.”,

Lantas apa hubungan dengan kita sebagai Umat islam

Bulan Januari (bulannya Janus) juga ditetapkan setelah Desember dikarenakan Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari dimana kaum pagan penyembah Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari sekian banyak pengaruh Pagan pada budaya kristen selain penggunaan lambang Salib Tanggal 1 Januari sendiri adalah seminggu setelah pertengahan Winter Soltice, yang juga termasuk dalam bagian ritual dan perayaan Winter Soltice dalam Paganisme.

Tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sosok dewa Janus dalam mitologi Romawi

Dewa Janus sendiri adalah sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama bernama dewa Chronos. Kaum Pagan, atau dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala, hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikuti mereka. Sejarah pelestarian budaya Pagan (penyembahan berhala) sudah ada semenjak zaman Hermaic (3600 SM) di Yunani

Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh.
Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa , tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Bagi orang Persia yang beragama Majūsî (penyembah api), menjadikan tanggal 1 Januari sebagai hari raya mereka yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus.
Penyebab mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari raya adalah, ketika Raja mereka, ‘Tumarat’ wafat, ia digantikan oleh seorang yang bernama ‘Jamsyad’, yang ketika dia naik tahta ia merubah namanya menjadi ‘Nairuz’ pada awal tahun. ‘Nairuz’ sendiri berarti tahun baru. Kaum Majūsî juga meyakini, bahwa pada tahun baru itulah, Tuhan menciptakan cahaya sehingga memiliki kedudukan tinggi.

Kisah perayaan mereka ini direkam dan diceritakan oleh al-Imâm an-Nawawî dalam bukuNihâyatul ‘Arob dan al-Muqrizî dalam al-Khuthoth wats Tsâr. Di dalam perayaan itu, kaum Majūsî menyalakan api dan mengagungkannya –karena mereka adalah penyembah api. Kemudian orang-orang berkumpul di jalan-jalan, halaman dan pantai, mereka bercampur baur antara lelaki dan wanita, saling mengguyur sesama mereka dengan air dan khomr (minuman keras). Mereka berteriak-teriak dan menari-nari sepanjang malam. Orang-orang yang tidak turut serta merayakan hari Nairuz ini, mereka siram dengan air bercampur kotoran. Semuanya dirayakan dengan kefasikan dan kerusakan.

Bagaimana sikap kita?
Setelah kita mengetahui bahwa tradisi Perayaan 1 januari merupakan Perayaan yang terkait dengan ritual keagamaan dan budaya dari kufar ,dan adanya larangan untuk menyerupai sebuah kaum.
maka sebaiknya kita tidak perlu ikut ikutan merayakannya apalagi meniru budaya dari kaum kufar.

semoga kita semua senantiasa ingat Firman Allah ini :

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya
hadîts yang melarang menyepakati perayaan kaum kuffâr banyak sekali. Diantaranya adalah :

عن أنس بن مالك – رضي الله عنه – قال: قدم رسول الله – صلى الله عليه وسلم – المدينة، ولهم يومان يلعبون فيهما، فقال: ما هذان اليومان، قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية. فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم –: (إن الله قد أبدلكم بهما خيراً منهما، يوم الأضحى، ويوم الفطر)

Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ’anhu beliau berkata : Rasūlullâh Shallâllâhu ’alahi wa Sallam tiba di Madînah dan mereka memiliki dua hari yang mereka bermain-main di dalamnya. Lantas beliau bertanya, ”dua hari apa ini?”. Mereka menjawab, ”Hari dahulu kami bermain-main di masa jahiliyah.” Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengatakan : ”Sesungguhnya Allôh telah menggantikan kedua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari idul adhhâ dan idul fithri.” [Shahîh riwayat Imâm Ahmad, Abū Dâwud, an-Nasâ`î dan al-Hâkim.]

Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullâhu berkata :
فوجه الدلالة أن اليومين الجاهليين لم يقرهما رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ولا تركهم يلعبون فيهما على العادة، بل قال إن الله قد أبدلكم بهما يومين آخرين، والإبدال من الشيء يقتضي ترك المبدل منه، إذ لا يجمع بين البدل والمبدل منه.
”Sisi pendalilan hadîts di atas adalah, bahwa dua hari raya jahiliyah tersebut tidak disetujui oleh Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam dan Rasūlullâh tidak meninggalkan (memperbolehkan) mereka bermain-main di dalamnya sebagaimana biasanya. Namun beliau menyatakan bahwa sesungguhnya Allôh telah mengganti kedua hari itu dengan dua hari raya lainnya. Penggantian suatu hal mengharuskan untuk meninggalkan sesuatu yang diganti, karena suatu yang mengganti dan yang diganti tidak akan bisa bersatu.”

Adapun âtsar sahabat dan ulama salaf dalam masalah ini, sangatlah banyak. Diantaranya adalah ucapan ’Umar radhiyallâhu ’anhu, beliau berkata :

اجتنبوا أعداء الله في عيدهم
Jauhilah hari-hari perayaan musuh-musuh Allôh.” [Sunan al-Baihaqî IX/234].

’Abdullâh bin ’Amr radhiyallâhu ’anhumâ berkata :

من بنى ببلاد الأعاجم وصنع نيروزهم ومهرجانهم ، وتشبه بهم حتى يموت وهو كذلك حُشِر معهم يوم القيامة
”Barangsiapa yang membangun negeri orang-orang kâfir, meramaikan peringatan hari rayanairuz (tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.” [Sunan al-Baihaqî IX/234].

Imâm Muhammad bin Sîrîn berkata :
: أُتي على -رضي الله عنه- بهدية النيروز. فقال : ما هذا ؟ قالوا : يا أمير المؤمنين هذا يوم النيروز . قال : فاصنعوا كل يوم فيروزاً . قال أسامة : كره أن يقول : نيروز

’’Alî radhiyallâhu ’anhu diberi hadiah peringatan Nairuz (Tahun Baru), lantas beliau berkata : ”apa ini?”. Mereka menjawab, ”wahai Amîrul Mu’minîn, sekarang adalah hari raya Nairuz.” ’Alî menjawab, ”Jadikanlah setiap hari kalian Fairuz.” Usâmah berkata : Beliau (’Alî mengatakan Fairuz karena) membenci mengatakan ”Nairuz”. [Sunan al-Baihaqî IX/234].

Imâm Baihaqî memberikan komentar :

وفي هذا الكراهة لتخصيص يوم بذلك لم يجعله الشرع مخصوصاً به

”Ucapan (’Alî) ini menunjukkan bahwa beliau membenci mengkhususkan hari itu sebagai hari raya karena tidak ada syariat yang mengkhususkannya.”
Apabila demikian ini sikap manusia-manusia terbaik, lantas mengapa kita lebih menerima pendapat dan ucapan orang-orang yang jâhil dan mengikuti budaya kaum kuffâr daripada ucapan para sahabat yang mulia ini.

Hari Raya Kita Adalah Idul Fithri dan Idul Adhhâ serta Jum’at

Di dalam hadîts yang diriwayatkan oleh Ummul Mu’minîn, ’Â`isyah ash-Shiddîqah binti ash-Shiddîq radhiyallâhu ’anhumâ, beliau menceritakan bahwa ayahanda beliau, Abū Bakrradhiyallâhu ’anhu mengunjungi Rasūlullâh. Kemudian Abū Bakr mendengar dua gadis jâriyahmenyanyi dan mengingkarinya. Mendengar hal ini,

Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda :
يا أبا بكر ! إن لكل قوم عيداً وإن عيدنا هذا اليوم
Wahai Abū Bakr, sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya dan hari raya kita adalah pada hari ini.” [HR Bukhârî].

Dari hadîts di atas, ada dua hal yang bisa kita petik :
Pertama, sabda Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam : ”Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya” menunjukkan bahwa setiap kaum itu memiliki hari raya sendiri-sendiri.

Hal ini sebagaimana firman Allôh Ta’âlâ :
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً
Untuk tiap-tiap (ummat) diantara kalian ada aturan dan jalannya yang terang (tersendiri).” [QS al-Mâ`idah : 48].

Ayat di atas menunjukkan bahwa Allôh memberikan aturan dan jalan sendiri-sendiri secara khusus. Kata Lâm (لِ) pada kata Likullin (لِكُلٍّ) menunjukkan makna ikhtishâsh (pengkhususan). Apabila orang Yahūdi memiliki hari raya dan orang Nashrâni juga memiliki hari raya, maka hari-hari raya itu adalah khusus bagi mereka dan tidak boleh bagi kita, kaum muslimin, ikut turut serta dalam perayaan mereka, sebagaimana kita tidak boleh ikut dalam aturan dan jalan mereka.

Kedua, sabda Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam : وإن عيدنا هذا اليوم (Dan hari raya kita adalah pada hari ini”), dalam bentuk ma’rifah (definitif) dengan lâm dan idhâfah menunjukkan hasyr(pembatasan), yaitu bahwa jenis hari raya kita dibatasi hanya pada hari itu. Dan hari tersebut di sini masuk pada cakupan hari raya ’îdul Fithri dan ’îdul Adhhâ, seperti dalam perkataan para ulama fikih :
لا يجوز صوم يوم العيد
”Tidak boleh berpuasa pada hari raya”.

Maka maksudnya tentu saja, tidak boleh berpuasa pada dua hari raya ’Idul Fithri dan ’Idul Adhhâ.

Dalîl lainnya adalah hadîts Anas bin Mâlik :
عن أنس بن مالك – رضي الله عنه – قال: قدم رسول الله – صلى الله عليه وسلم – المدينة، ولهم يومان يلعبون فيهما، فقال: ما هذان اليومان، قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية. فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم –: (إن الله قد أبدلكم بهما خيراً منهما، يوم الأضحى، ويوم الفطر)

Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ’anhu beliau berkata : Rasūlullâh Shallâllâhu ’alahi wa Sallam tiba di Madînah dan mereka memiliki dua hari yang mereka bermain-main di dalamnya. Lantas beliau bertanya, ”dua hari apa ini?”. Mereka menjawab, ”Hari dahulu kami bermain-main di masa jahiliyah.” Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengatakan : ”Sesungguhnya Allôh telah menggantikan kedua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari idul adhhâ dan idul fithri.” [Shahîh riwayat Imâm Ahmad, Abū Dâwud, an-Nasâ`î dan al-Hâkim.]

Adapun Jum’at, maka termasuk hari raya kaum muslimin yang berulang-ulang dalam tiap pekannya. Sehingga dengannya telah cukup bagi kita dan tidak mencari hari-hari perayaan lainnya.

Dalîl hal ini adalah, sabda Nabî yang mulia Shallâllâhu ’alahi wa Sallam :

أضل الله عن الجمعة من كان قبلنا ، فكان لليهود يوم السبت، وكان للنصارى يوم الأحد فجاء الله بنا، فهدانا الله ليوم الجمعة، فجعل الجمعة والسبت والأحد ، وكذلك هم تبع لنا يوم القيامة، نحن الآخرون من أهل الدنيا ، والأولون يوم القيامة، المقتضي لهم

”Alloh simpangkan dari hari Jum’at umat sebelum kita, dahulu Yahudi memiliki (hari agung) pada hari Sabtu dan Nashrani pada hari Ahad. Kemudian Allôh datangkan kita dan Alloh anugerahi kita dengan hari Jum’at, lantas Alloh jadikan hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Demikianlah, mereka adalah kaum yang akan mengekor kepada kita pada hari kiamat sedangkan kita adalah umat yang terakhir dari para penduduk dunia namun umat yang awal pada hari kiamat, yang diadili (pertama kali) sebelum makhluk-makhluk lainnya. [HR Muslim]

Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :

إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…
Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” [HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298].

Semoga setelah membaca tulisan in,kita bisa menentukan sikap dalam menyikapi perayaan 1 januari sebagai tahun baru.
dan sikap kita bukan atas dasar sekedar ikut ikutan , tetapi pilihan kita adalah yang berdasarkan pengetahuan. karena kita sadar betul bahwa semuanya akan dimintai pertanggungan jawab di Yaumil Hisab kelak.

RAK BUKU VIRTUAL

Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, ponsel pintar kerap pula dimanfaatkaan sebagai media untuk membaca buku. Di Play Store Anda dapat menemui banyak sekali aplikasi yang menawarkan kemampuan untuk membaca file dokumen dalam beragam format. Jika Anda termasuk seorang yang gemar membaca, terlalu banyaknya eBook yang Anda simpan dalam memori ponsel kerap membuat Anda repot untuk memilih serta memilah buku yang hendak Anda baca. Nah agar eBook yang Anda simpan tertata dengan rapi sehingga lebih mudah untuk Anda kelola, Anda bisa mencoba menggunakan aplikasi rak buku virtual. Seperti apa? Simak tips berikut:

1. Download salah satu dari keempat aplikasi berikut:
01 4
a. EBookDroid – PDF & DJVU Reader.
b. Aldiko Book Reader
c. PocketBook-PDF,EPUB,FB2 reader

2. Jika Anda menggunakan aplikasi EBookDroid, maka seluruh file eBook yang tersimpan akan secara otomatis terdeteksi oleh aplikasi. Buku yang ditampilkan dalam rak buku dikategorikan secara rapi berdasarkan folder tempat Anda meletakkannya.
02 4
3. Untuk menandai halaman yang tengah Anda baca Anda tinggal masuk kedalam menu dan memilih Go to. Selanjutnya, Anda akan melihat tab bookmark yang diapit oleh tab outline dan notes. Pengguna tinggal memasukkan halaman mana yang akan ditandai agar dapat dibaca nanti.
03 4
4. Aplikasi berikutnya yang dapat Anda jadikan pilihan adalah Aldiko Book Reader. Berbeda dengan EBookDroid yang secara otomatis mendeteksi eBook yang tersimpan, Aldiko mengharuskan pengguna untuk memasukkan secara manual buku kedalam rak virtual yang tersedia dengan memilih file atau foldernya. Untuk menandai halaman yang tengah Anda baca, Anda tinggal memilih ikon bookmark yang ada disudut kanan atas yang berdampingan dengan ikon kaca pembesar.
04 3
5. Aplikasi lain yang tak kalah menarik adalah PocketBook yang mampu membaca buku dalam format pdf, Microsoft Office, CHM dan masih banyak lagi lainnya. Aplikasi ini sangat tepat untuk Anda yang ingin membaca buku dalam format CHM karena menampilkan teks dalam format yang sangat besar sehingga mudah untuk dibaca. Kelebihan lain dari aplikasi ini adalah Anda tidak perlu menambahkan bookmark karena aplikasi secara otomatis akan membuka buku dari halaman yang terakhir Anda baca.
05 4

PROGRAM GLARY UTILITIES 5. 15. 0 28


dengan aplikasi ini Anda dapat membersihkan file-file sampah, juga registry yang rusak (invalid). Memungkinkan juga bagi penggunanya untuk melakukan pengaturan (manage) serta menghapus add-ons pada browser, melakukan analisa penggunaan media penyimpanan, serta mencari file-file atau data yang terduplikat.

Lebih lanjut, Glary Utilities mempunyai pilihan menu untuk optimalisasi memori, mencari/memperbaiki/menghapus shortcut yang rusak pada Windows, memanage program yang berjalan secara otomatis (startup Windows), serta uninstall program.
Anda juga dapat mengatur dan menghapus browser add-ons, menganalisa penggunaan disk serta menganalisis dan mencari file duplikat yang tentunya akan mengurangi ruang hardisk anda.Disamping itu aplikasi ini akan mempercepat proses booting windows.
Fitur yang bisa anda dapatkan diantaranya : 
1.Disk Cleaner Menghapus sampah (seperti fasilitas windowa Disk Cleanup)
2.Registry Cleaner Scan dan membersihkan registri Anda untuk meningkatkan kinerja sistem komputer.
3.Memperbaiki kesalahan booting di pada saat start up
4.Startup Manager untuk mengelola program yang dijalankan secara otomatis saat startup
5.Tracks Eraser menghapus semua jejak, bukti, cookie, sejarah internet dan banyak lagi 
Anda mau coba?

Dounloud disini

Modal Utang Raup Untung Jutaan

pas
TRIBUNNEWS.COM -- MENGELOLA rumah indekos mewah ternyata bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan. Bila dikelola dengan benar, untung jutaan pun mengalir ke kantong. Hebatnya lagi, membangun rumah indekos, ternyata bisa dilakukan tanpa modal tabungan berlimpah.
Mari belajar pada Enost (42) dan Nancy (39). Pasutri ini mengelola tiga rumah indekos eksklusif di Surabaya. Dua di antaranya, yang ada di kawasan Sidosermo, adalah milik mereka sendiri. Sementara satunya, yang terletak di kawasan Bendul Merisi, milik orangtua yang kepengelolaannya dipercayakan kepada mereka.
Semula, baik Enost dan Nancy sama sekali tak berpikir akan menjadi juragan kos. Ide bisnis ini, muncul begitu saja dalam benak Nancy.
Iseng-iseng mencari tanah murah untuk dibangun rumah yang akan ditempati setelah menikah, jadi awal petualangan keduanya mengarungi bisnis ini. “Setelah menikah, kami tentu ingin punya rumah sendiri. Iseng-iseng cari tanah, lalu kami coba tawar-tawar harganya. Eh, ternyata tawaran kami ada yang nyantol. Setelah itu kami malah jadi bingung, mau bayar pakai apa, karena tabungan juga tidak banyak,” ujar Nancy sambil tertawa.
Dari kebingungan itu, Nancy malah mendapatkan ide. Ia memutuskan untuk membangun indekos, yang mana pendapatannya nanti, ia gunakan untuk membayar rumah indekos yang ia bangun.
Bagaimana caranya? Pertama, Nancy meminjam sertifikat rumah milik orangtuanya. Sertifikat ini diagunkan di bank, sehingga Nancy mendapat pinjaman uang tunai.
Dari uang tunai ini, Nancy membayar tanah yang ia beli. Lalu, sertifikat tanah ini, ia agunkan lagi untuk mendapat uang, yang akhirnya ia gunakan untuk membangun indekos tersebut.
“Saya kerja di luar pulau, dan bisa sangat lama pulang ke Surabaya. Artinya, bakal percuma juga kalau kami punya rumah sendiri. Lebih baik istri saya tinggal dengan orangtuanya. Dari situlah, kami makin mantap untuk membangun indekos,” kata Enost.
Rencana kedua pasutri inipun berjalan sesuai rencana. Dari rumah indekos berkonsep eksklusif, mereka mampu membayar cicilan pinjaman uang untuk membeli tanah dan membangun rumah. “Dari rumah indekos ini, setiap bulan kami mendapat keuntungan bersih rata-rata Rp 12 juta. Dari situ, Rp 10 juta kami gunakan untuk membayar cicilan ke bank. Jadi, yang membayar cicilan rumah ini, sebetulnya orang lain, bukan kami,” kata Nancy, yang mengatakan, menghabiskan sekitar Rp 1 miliar untuk membangun satu rumah indekos miliknya.
Nancy mengakui, hasil keuntungan saat ini masih untuk membayar cicilan. Tapi, bisa dibayangkan, berapa untung yang ia dapatkan, bila cicilannya di bank telah selesai.
“Kami tentu juga punya keuntungan berupa investasi rumah ini. Nilai properti kan selalu naik. Sekarang misalnya, nilai tanah di sini (Sidosermo) naik lebih dari dua kali lipat dari saat kami beli empat-lima tahun lalu,” kata Enost.
Namun, mengelola indekos, tak hanya soal kemampuan membeli tanah dan rumah. Nancy mengatakan, banyak juga rumah kos yang tak mampu mendapat pelanggan. Kuncinya, lanjut Nancy, ada pada manajemen dan service maksimal buat para penyewanya. Di antara pola manajemen itu adalah, ia sangat membatasi jumlah kamar di rumah indekosnya.
“Rumah ini punya sembilan kamar. Dan tidak akan saya tambah, meski banyak orang mengantre untuk bisa kos di sini. Terlalu banyak penghuni bisa membuat penghuni kos tidak kerasan, karena suasana jadi tidak eksklusif lagi,” sebutnya.
Lalu, soal pelayanan. Enost dan Nancy sudah sepakat untuk menyasar kaum pebisnis. Khususnya pekerja yang mendapat tugas bekerja sementara waktu di Surabaya. Menurut mereka, punya customer pekerja kantoran, memberikan keuntungan tertentu. Seperti misalnya, pola hidup kaum pekerja yang biasanya lebih bersihan.
“Mahasiswa kita tahu sendiri pola hidupnya seperti apa. Untuk penghuni yang sudah keluarga, anak-anak kecil bisa membuat hunian kotor,” sebut Nancy.
Meski demikian, Nancy mengingatkan, di sisi lain, ia juga harus memahami kebutuhan para pekerja kantoran ini. Ia memberikan pelayanan ekstra kepada para penghuni kos. Laik­nya sebuah hotel, penghuni indekos milik Nancy mendapat fasilitas room service serta laundry gratis yang berlaku setiap hari.
Ditambah dengan bagaimana Enost mempromosikannya lewat beragam media di internet, rumah indekos bertarif Rp 1,5 juta per bulan inipun laris manis. Nancy mengaku, sangat jarang ada kamar kosong di indekos miliknya. “Kami sendiri tidak menyangka. Dulu, saya ragu, apa ada yang mau menyewa indekos dengan harga Rp 1,5 juta setiap bulan. Ternyata, untuk segmen itu, peminatnya di kota besar seperti Surabaya sangat besar,” ungkapnya.
Tak Semua Sukses
Namun, tak semua pengelola indekos merasakan manis dari bisnis ini. Gema (31), pengelola rumah indekos di kawasan Gebang Kidul, Surabaya, mengaku, tak mendapat untung yang signifikan dari kos yang ia kelola. “Andai keluarga saya hanya mengandalkan bisnis kos ini, untungnya buat makan saja susah. Keuntungan tidak banyak, malah semakin berkurang buat renovasi bangunan setiap saat,” ujar Gema.
Padahal, Gema sudah memberikan layanan maksimal kepada pelanggan kos, yang merupakan kalangan mahasiswi ITS dan Unair. Untuk setiap empat kamar, ia memberi kamar mandi, dapur lengkap beserta isinya, yang bisa digunakan secara bersama-sama.
Selain itu, ada juga televisi dan kulkas, untuk setiap delapan kamar. Kenyamanan dan kebersihan kamarnya pun cukup mewah, untuk ukuran mahasiswi. Toh, indekos bertarif Rp 750.000 per bulan itu pun belum bisa memberi keluarga Gema legitnya laba menjadi induk semang.(aji bramastra)

Tentang saya
Hai, saya sengaja membuat blog ini untuk berbagi dengan teman yang memang pemakai Internet, tapi masih sederhana, maklum sebagai bloger pemula saya iniginbelajar banyak dari teman-teman bloger semua. dalam membuat blog ini saya bercita cita ingin membantu